Berangkat ke Pulau Pari
Lama tak naik kapal ferry khas Pulau Seribu membuat kepala sedikit pusing karena terombang-ambing gelombang. Walau tidak terlalu tinggi gelombang laut di Pulau Seribu cukup membuat kepala pusing dan ada rasa mual sedikit tapi masalah itu dapat di atasi seketika karena sebelum berangkat ke Pulau Pari saya sudah membeli minyak angin untuk mengusir rasa mual saat berada di kapal.Berangkat ke Pulau Pari bersama 3 orang kawan (totalnya berempat) saya menggunakan jasa travel dari Sakura Travel pak Jolim specialis biro travel yang menyediakan trip ke beberapa pulau lokasi wisata di Pulau Seribu seperti Pulau Pari, Pulau Pramuka dan Pulau Harapan.
Dengan hanya membeli paket Pulau Pari paket hemat karena kebetulan saat itu kondisi keungan tidak memungkinkan untuk membeli paket wisata lebih mahal toh waktu itu niat saya ke Pulau Pari hanya untuk refreshing menghirup bau laut yang menyegarkan itu.
Sesampainya di Pulau Pari saya langsung di sambut oleh tour guide yang sudah di tugaskan untuk menemani saya selama berwisata di Pulau Pari ini. Tour guide waktu bernama mas Roni, orangnya kelihatannya agak sangar tapi ternyata humoris dan kadang membuat kami tertawa kalau mendengar logat bahasa khas Pulau Pari yang terkesan seperti bahasa Melayu itu.
Tepat jam 15:00 mas Roni datang ke penginapan untuk menjemput saya jalan-jalan mengunjungi pantai perawan Pulau Pari. Naik sepeda santai sambil sesekali saya berhenti untuk berphoto akhirnya sampai juga di pantai yang mempunyai nama yang cukup unik itu yakni Pantai Perawan Pulau Pari.
Pantainya sih tidak terlampau besar tapi mempunya view yg cukup bagus. Pasirnya berwarna putih, tidak ada gelombang atau ombak layaknya pantai yang ada di laut pantai selatan Pelabuhan Ratu. Jadi saya pikir pantai di Pulau Pari ini pas untuk anak-anak kecil bermain pasir karena tidak berbahaya.
Di pantai tersebut saya mencicipi sejumlah makanan khas kepulauan seperti otak-otak ikan tenggiri, es kelapa muda dan ikan bakar. Sambil memandang lautan lepas kami berempat + mas Roni menyantap hidangan otak-otak ikan tenggiri yang harganya cukup mahal juga heheheh untuk 1 potong otak-otak di Pulau Pari harganya Rp2500 jadi kalau kita beli 10 Rp25.000 sialnya tidak cukup makan 10 potong otak-otak. Bersambung......


.jpg)


















